Image
Top
Menu
February 19, 2021

Membangun Merek dan Menempatkan Firma Hukum

Membangun Merek Firma Hukum Agar Mudah Dikenal – Memilih merek merupakan langkah awal yang berperan besar memposisikan suatu usaha di tengah publik. Hal tersebut juga berlaku pada bidang usaha firma hukum. Pengacara wajib memperkenalkan keahliannya melalui merek dan reputasi usaha yang kuat.

Selama ini mayoritas profesional hukum seperti lawyer beranggapan, jika tugasnya telah usai dalam membangun merek. Hanya sebatas menentukan nama, membuat logo, kartu nama, dan iklan. Nyatanya branding merupakan tahap awal yang mengawali perjalanan anda membangun usaha.

Diperlukan sejumlah langkah tambahan agar merek yang sebelumnya sudah di buat dapat terus teringat oleh khalayak luas. Maka dari itu pada kesempatan kali ini, pembahasan akan berpusat pada build branding and position law firm. Jadi pastikan untuk membaca artikel hingga akhir.

Cara Membangun dan Menempatkan Merek Firma Hukum

cara membangun dan menempatkan merek firma hukum

Image by LEANDRO AGUILAR from Pixabay

Membangun Merek Firma Hukum Agar Mudah Dikenal – Membangun merek yang kuat untuk firma hukum bukan perkara mudah. Kuat artinya masyarakat terus mengingat pesan yang disampaikan tanpa perlu di segarkan berulang kali. Oleh sebab itu pemilik usaha perlu mengharmonisasikan tujuan lewat prespektif klien atau target.

Tujuan utama dari upaya ini sudah jelas yaitu meraih kesuksesan sebagai kuasa hukum. Cobalah untuk menerapkan beberapa pertanyaan pada diri sendiri. Pastikan agar jawaban yang anda utarakan memang jujur dan sesuai dengan realitanya. Jawaban kurang jujur akan menghambat proses menempatkan posisi kuat bagi firma hukum.

  1. Apakah mengetahui siapa klien yang tepat menggunakan jasa anda?
  2. Bagaimana kesan yang anda ingin klien miliki terhadap firma hukum saat ini, nanti, dan di masa depan?
  3. Jelaskan faktor-faktor pendukung yang menjadikan firma hukum anda terbaik!

Coba untuk membangun merek yang kuat dengan melakukan identifikasi data. Reputasi brand firma hukum yang mampu anda refleksikan dengan baik. Membantu menempatkan perusahaan di ranah pasar yang tepat. Sejatinya ketiga pertanyaan tersebut dapat difungsikan sebagai area kerja lapangan. Diskusikan jawaban anda bersama semua tim yang terkait pada proses branding law firm.

Cara mudah menjawab pertanyaan pertama adalah dengan merincikan persona target atau calon klien. Buatlah detail menyeluruh yang bisa mengelompokkan kategori pengguna jasa hukum. Seperti klien badan usaha, klien individu, klien kasus pidana, klien kasus perdata, klien perkara hukum keluarga, dan banyak lagi. Usahakan tidak ada kesalahan dalam proses pembagian kategori klien.

Pengkategorian klien perlu menambahkan detail seperti kemungkinan klien memakai jasa hukum. Terdapat klien yang membutuhkan pengacara untuk mendampinginya menyelesaikan sebuah perkara hukum. Ada pula klien yang bekerjasama dengan lawyer sebagai badan hukum dalam perusahaannya.

Selanjutnya proses membangun merek firma hukum yang kuat dilanjutkan dengan tahap pemahaman. Berikan jawaban tepat tentang saran seperti apa yang mampu anda tawarkan pada klien sesuai kategori perkara mereka. Termasuk seberapa aktif peran dan dukungan anda sebagai profesional hukum menangani kasus tersebut.

Jawaban anda harus jujur agar ditemukan kesimpulan detail. Sehingga tahap menempatkan badan usaha tidak akan salah target pasar. Selain itu kedepannya klien juga dapat langsung menghubungi anda karena jelas jasa yang di tawarkan.

Membuat Kesan Tentang Firma Hukum

Beranjak pada pembahasan untuk pertanyaan kedua. Bagaimana kesan yang anda ingin klien miliki terhadap firma hukum saat ini, nanti, dan di masa depan? Membangun branding firma hukum yang kuat pada awal usaha. Idealnya adalah menempatkan seberapa kuat relasi yang ingin anda pribadi bangun dengan calon klien.

Kesan pertama juga berlaku pada penempatan perdana firma hukum di tengah masyarakat luas. Buat tanda merah pada sejumlah faktor yang mampu merusak kepercayaan masyarakat. Tidak akan ada klien yang mau bekerja sama dengan kuasa hukum tak profesional.

Kesempatan membangun relasi dimulai dari kesan pertama. Jika kesan anda sudah tidak baik maka lupakan saja memiliki koneksi dan kolega. Rincikan jawaban yang menjadi nilai lebih ketika anda berinteraksi dengan seseorang.

Sebelumnya anda membuat pengkategorian klien. Mereka tentunya datang dengan harapan tertentu. Beri penjelasan bagaimana upaya anda dalam mengelola ekpektasi calon klien. Siapkah anda menjadi pengacara yang jujur, sebab klien lebih memilih mengetahui kebenaran meski pahit. Ketimbang perkataan manis yang mengandung kebohongan.

Dikenal sebagai profesional hukum yang jujur dan terbuka, mampu membangun merek firma hukum yang kuat. Ini adalah modal anda untuk sukses. Bukan tidak mungkin dari kredibilitas yang terjaga, anda memperoleh klien potensial.

Fokus Terhadap Pembeda Firma Hukum

cara membangun merek firma hukum agar mudah dikenali

Photo by Pexels

Membangun Merek Firma Hukum Agar Mudah Dikenal – Selanjutnya adalah pembahasan pertanyaan ketiga. Anda diminta untuk menjelaskan faktor-faktor pendukung yang menjadikan firma hukum terbaik. Perlu untuk di garis bawahi, profesional hukum memiliki kapasitas menonjolkan diri.

Cara membuat diri anda sebagai profesional terlihat menonjol, adalah dengan mengoptimalkan kelebihan pada perusahaan. Setiap firma hukum sudah pasti mempunyai kelebihan tersediri. Perbedaannya terdapat perusahaan yang sudah memanfaatkan dan mengembangkan. Tidak sedikit pula yang belum mencoba untuk melakukan inovasi.

Langkah sederhana dapat membuat merek firma hukum yang kuat. Dimulai dengan menentukan faktor pemicu kesuksesan anda. Disini sudah pasti berkaitan dengan keahlian. Terdapat ribuan orang dengan profesi yang sama. Tetapi hanya profesional yang mampu fokuslah akan bertahan hingga akhir.

Tampilkan pada khalayak keahlian anda dalam menangani perkara hukum. Misalkan menjadi pengacara untuk permasalahan agama, pengacara perceraian internasional, pengacara sengketa harta warisan, pengacara pembuatan kontrak kerja sama, pengacara kasus penipuan, dan banyak lagi.

Ketimbang sibuk menguasai semua bidang, lebih optimal jika fokus terhadap satu atau dua ranah hukum. Sehingga begitu iklan tentang firma hukum anda dirilis, baik itu melalui TV, radio, atau portal internet. Orang akan langsung teringat atas reputasi branding yang sebelumnya dibangun.

Sederhananya membangun merek firma hukum yang kuat dengan menonjolkan keunikan atau spesialisasi perusahaan. Jadilah konsisten dengan fokus menerima perkara-perkara hukum sesuai keahlian. Reputasi anda akan tubuh bersama dengan kasus-kasus yang terselesaikan. Sehingga seiring berjalan waktu anda pun menjadi ahlinya. Demikian pembahasan kali ini semoga membantu.

Submit a Comment